Velyz's Blog


Siapa yang mendorong????

Suatu hari sebuah keluarga kaya pergi jalan-jalan ke pelabuhan, namun tragisnya anak mereka yang hanya satu satunya tiba tiba terpeleset… dan jatuh ke laut…

Dengan penuh kepanikan, ayah dan ibunya berteriak minta tolong. Namun tak ada satu pun yang berani menolong anak tersebut karena teralu berbahaya.

Singkat cerita, 10 menit kemudian tiba tiba…

Byuurrrr….

Ada yang terjun ke air dan menyelamatkan anak tersebut.

Setelah sampai di atas, ternyata sang dewa pwnyelamat itu adalah seorang kakek yang sudah sangat tua dan lemah. Dengan penuh rasa terima kasih sang ibu berkata kepada kakek.

“Karena telah menyelamatkan anak saya, apapun yang kakek minta pasti saya akan penuhi.”
Kakek minta apa??? Tinggal katakan. Mobil? Rumah mewah? Atau apa Kek???”

Kakek hanya menggeleng sambil mengatur nafas yang masih tersengal sengal, dia berkata:

“Saya hanya minta satu saja”

“Katakan kek, semua yang kakek minta pasti saya kabulkan.”

Permintaan kakek simpel saja…

“Siapa yang mendorong kakek tadi?????????”

“?#$%^$%*&()*??$^^%$^$^$”


The Goose with the Golden Eggs

 One day a countryman going to the nest of his goose found there an egg all yellow and glittering. When he took itup it was as heavy as lead and he was going to throw it away, because he thought a trick had been played on him. But he took it home on second thoughts, and soon found that it was an egg of pure gold. Every morning the same thing occurred, and he grew rich by selling his eggs.As he grew rich he grew greed.and thinking to get at once all the gold the goose could give, he killed it and opened it only todo nothing.


puisi cinta

Meski sejenak bertemu, aku bahagia bisa kembali melihatmu
Di batas-batas kerinduan dan kehampaan tak terasa airmata menetes di pipiku

Hati yang mati suri, tiba-tiba terjaga dan berkata bahwa sesungguhnya rasa masih ada
Baru kumengerti bahwa rasa tak pernah pergi dan sepertinya takkan terganti

Sekeras apapun kumencoba, selemah apapun daya tuk mengingatnya
Hati miliki pilihannya sendiri yang tak bisa diatur oleh akal

Kukira aku sudah berhenti berharap di sekian waktu yang lalu
Kukira aku tak punya lagi hasrat untuk bertemu
Kukira… aku takkan lagi melihatmu seindah seperti dulu
Hingga kemarin aku tahu bahwa segalanya tak ada yang berubah
Hanya setumpuk perkiraanku saja yang salah


Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!



Follow

Get every new post delivered to your Inbox.